Sabtu, 23 Agustus 2014

KOLOIALISE DAN IMPEIALISME



PENGERTIAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
Secara umum kolonialisme dapat diartikan sebagai suatu sistem pemukiman yang berada diluar negara induk (penjajah). Sedangkan imperialisme dapat diartikan sebagai usaha untuk memperluas wilayah suatu negara dengan cara merebut dan menanamkan pengaruhnya didaerah lain.
Klasifikasi Imperialisme
1.      Imperialisme kuno
                        - Gold
                        - Glory
                        - Gospel
                        - Munculnya pedagang perantara
                        - Munculnya kota-kota dagang
2.  Imperialisme modern
- Pencarian daerah jajahan untuk sumber bahan mentah sekaligus untuk melempar hasil industri.
Latar Belakang Timbulnya Kolonialisme dan Imperialisme
Ø  Perdagangan rempah-rempah
Ø  Hubungan Timur-Barat
Ø  Timbulnya Golongan Saudagar
Ø  Semangat Reinaissance
Ø  Kemajuan Ilmu Pengetahuan Pelayaran
Ø  Dampak Revolusi Industri
PERUBAHAN DI EROPA DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA
1.      Reformasi Gereja
Gerakan pembaharuan dibidang keagamaan. (1517) Martin Luther memprakarsai munculnya agama Kristen Protestan.

2.      Merkantilisme
Kebijakkan politik ekonomi negara Imperialis dimana emas dijadikan standar dan ukuran kekayaan, kesejahteraan, dan kekuasaan suatu negara.

3.      Denis Diderot (1713-1784)
Encyclopedia bagi Perancis..merupakan kritik-kritik pedas terhadap dogma-dogma yang kolot.
4.      C.S.B Montesquieu (1689-1755)
Trias Politica…pemisahan kekuasaan legislatif, eksekutif, dan kekuasaan yudikatif.
5.      Voltaire (1694-1778)
Letres Philophiques…… mengkritik kekuasaan raja dalam bidang pemerintahan.
6.      Jean Jacques Rousseau (1712-1778)
Du Contract Social……mengutarakan bahwa kekusaan orang yang memerintah pada hakekatnya adalah suatu “perjanjian”(contract) dengan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
MASUKNYA KEKUASAAN ASING KE INDONESIA
A.    Portugis
  Mendirikan benteng di Ternate 1522
B.     Belanda
  Tahun 1602 : pendirian Vereenidge Oost-Indische Compagnie (VOC)
  Tahun 1605 : pendirian benteng Victoria di Ambon
  Tahun 1910 : diberlakukannya Pax Netherlandica
C.    Perancis?
a.      Masa kekuasaan Daendels (1808-1810)
b.      Belanda dikuasai Perancis

D.    Inggris
a.      Masa kekuasaan Raffles (1811-1816)
E.     Jepang
a.       Masa penjajahan Jepang (1942-1945)

Langkah VOC di Indonesia
  1. Mengadakan perjanjian dagang dengan rakyat Maluku.
  2. Mendirikan perkantoran dan gudang.
  3. Mendirikan benteng.
  4. Mengadakan perjanjian-perjanjian (untuk mempertahankan eksistensi).
  5. Mengangkat Gubjend (penguasa tertinggi pemerintahan).
  6. Penetrasi:
a.      Langsung apabila Lemah
b.      Adu Domba apabila Kuat
  1. Perjanjia:
                                     a.Korte verklaring
                                     b. Longe verklaring
Sebab Keruntuhan VOC
  1. Serangkaian peperangan
  2. Salah urus (ditangani tidak tepat)
- kapal datang membawa famili dengan katabelece pejabat.
- Houd, Hem, Hier (3H – Tahan Dia Di sini)
- Suap menyuap



3. Serangkaian korupsi
- Setiap pegawai kulakan (ct: dari penduduk 50 gulden/pikul dijual ke kongsi 120 gulden/pikul)
- Pelanggar kejahatan dapat bebas asal membayar
- Calon pegawai dapat menjadi pegawai (membayar 6  bulan gaji pertama)
- Penyelundupan
- Pesangon Gubjend
- Gaji Gubjend 2000 gulden (punya 2000 pelayan,  setelah pensiun harta diangkut dengan 7 buah kapal).

Sistem Tanam Paksa
  Tujuan : menutup defisit kas negara dan pembangunan kerajaan Belanda (Batig Slot)
  Komoditi : kopi, tembakau, tebu, nila, teh, kapas
  Akibat : Rakyat menderita, banyak yang sakit atau mati karena pekerjaan berat dan sangat kekurangan makan, pertanian rakyat terlantar, keluarga juga kekurangan pangan
Politik Pintu Terbuka (Open Door Policy)
Latar Belakang :
  • Belanda berhutang budi kepada rakyat Indonesia dan harus dibalas hutang budi
  • Pengaruh Revolusi Perancis melahirkan golongan Liberal yang memuja kebebasan disegala bidang kehidupan
  • Indonesia tetap sebagai bagian kerajaan Belanda atau tanah jajahan yang perlu dibina dan dibimbing untuk meningkatkan kemajuan rakyatnya.



Pelaksanaan :
Trilogi van Deventer yaitu: Edukasi, Irigasi, dan Kolonialisasi, meliputi :
  Pendidikan pribumi secara bertahap sejak tingkat dasar, menempuh sampai tinggi
  Tempat untuk tingkat menegah dan tinggi dipersulit hanya untuk keluarga priyayi dan bangsawan 
  Kesehatan untuk rakyat, terutama para buruh perusahaaan/perkebunan agar tidak merugi
  Irigasi untuk kepentingan pengairan perkebunan termasuk pabrik, untuk itu diperlukan tenaga teknik
  Kolonisasi atau  Transmigrasi untuk pemerataan penduduk
Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme
  Ekonomi, Sosial, dan Budaya
     Tingkat kemiskinan semakin tinggi akibat praktek penindasan dan pemerasan dalam pemungutan pajak
     Perubahan strata masyarakat jawa
     Hilangnya hak adat
     Ikatan tradisi pribumi semakin lemah